WHAT ON EARTH AM I HERE FOR?
What on earth am I here for? Ya, buat apa saya ada di dunia ini. Pertanyaan yang sederhana namun begitu penting menjadi tema sentral buku laris internasional berjudul PURPOSE DRIVEN LIFE karya Rick Warren. Buku tersebut telah membantu berpuluh-puluh juta orang di dunia untuk menemukan tujuan hidupnya. Saya pun semakin diteguhkan mengenai tujuan hidup saya setelah saya membaca buku tersebut.
Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, tentu kita meyakini Tuhan tidak sedang iseng ketika menciptakan kita. Bahkan, bukan hal kebetulan jika Tuhan menempatkan kita di tempat kita berada saat ini. Pasti ada tujuannya!
Nah, tujuan hidup seseorang yang berasal dari Tuhan sangatlah erat kaitannya dengan potensi diri seseorang. Perjalanan hidup saya mengajarkan, ketika Tuhan memberikan kita suatu tugas tentu ia akan memberikan kita kemampuan untuk melaksanakannya (dan juga mengirimkan orang lain untuk bermitra atau membantu kita). Dengan kata lain, ketika Tuhan memberikan kita suatu tujuan hidup, ia akan memberikan juga kita kemampuan untuk menggenapi tujuan hidup tersebut.
Kemampuan itu pada awalnya hanya berupa sebuah potensi saja. Ibarat sebuah pohon durian yang berbuah lebat, tentu berasal dari sebuah biji yang kecil. Alangkah bijaknya jika kita tidak melihat biji yang kecil itu kemudian patah semangat, namun juga mampu melihat hasil akhir yang bisa kita dapatkan jika biji itu terus berakar, bertumbuh untuk kemudian berbuah lebat.
Jika saat ini, Anda bertanya, mengapa saya (Paulus Winarto) berada di dunia ini, maka saya akan menjawab:
Saya, Paulus Winarto, dihadirkan oleh Sang Pengasih ke dunia ini untuk menjadi berkat (rahmat) bagi hidup sesama dalam hal personal development. Untuk itulah saya harus terus menulis buku dan artikel yang berhubungan dengan pengembangan diri dan masuk ke bisnis pelatihan yang ada hubungannya dengan tema pengembangan diri.
Terus-terang sangat tidak mudah untuk bisa menemukan dan merumuskan tujuan hidup seperti saya sebutkan di atas. Meski hingga saat ini saya masih berkecimpung dalam bisnis selular dan makanan (baso malang) namun hati saya kurang bisa menikmatinya. Hanya saja saya tidak akan menutup bisnis tersebut karena paling tidak bisa memberi makan para karyawan. Saya juga tidak perlu terjun langsung karena saya belajar untuk mendelegasikan dan memberdayakan karyawan. Selain itu, saya memiliki partner yang sangat bisa diandalkan.
Jika Anda berhasil menemukan tujuan hidup Anda, akan ada sukacita luar biasa. Hati Anda akan bernyanyi. Sayangnya, banyak orang di dunia ini yang sangat kebingungan mengenai tujuan hidupnya. Itulah sebabnya berbagai seminar motivasi –dengan penuh rasa hormat kepada para motivator- terkadang hanya memberikan semangat sesaat (temporer) karena orang belum berhasil menemukan esensi kehidupannya.
Mungkin Anda pernah melihat orang yang bingung menentukan lokasi liburan saat ia mendapatkan cuti panjang atau saat liburan sekolah anak. Nah, kebingungan itu tidak ada artinya dibandingkan dengan jika Anda belum berhasil menemukan tujuan hidup Anda di dunia ini. Orang yang belum menemukan tujuan hidupnya itu bisa jadi sudah memiliki posisi atau jabatan yang sangat tinggi dengan gaji yang sangat besar dan fasilitas yang sangat menawan, namun ia selalu merasa ada kehampaan dalam hidupnya. Inilah salah satu alasan orang sering berpindah-pindah kerja karena selalu merasa tidak cocok.
Mencari tujuan hidup itu ibarat mencari titik balik dalam hidup kita. Brian Tracy benar ketika mengatakan, “Setiap orang sukses pasti memiliki sebuah titik balik (turning point) dalam hidupnya. Pada titik balik inilah mereka membuat keputusan yang jelas, spesifik dan tegas bahwa mereka tidak akan hidup dengan cara yang sama lagi namun mereka akan melangkah untuk menggapai sukses. Sebagian orang membuat keputusan itu pada saat berusia 15 tahun, sebagian lagi membuatnya pada saat berusia 50 tahun namun kebanyakan orang sama sekali tidak pernah membuat keputusan itu.”
Saat seseorang menemukan titik balik ini, ia akan mengenal betul siapa dirinya. Ia tahu kelebihan sekaligus kekurangan dirinya. Alangkah baiknya jika pada saat itu ia juga mengambil komitmen untuk mengembangkan kelebihan dirinya demi memberi nilai tambah bagi hidup orang lain.[]
source: pembelajar
-----
lalu, buat apa fr ada di dunia ini???
Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, tentu kita meyakini Tuhan tidak sedang iseng ketika menciptakan kita. Bahkan, bukan hal kebetulan jika Tuhan menempatkan kita di tempat kita berada saat ini. Pasti ada tujuannya!
Nah, tujuan hidup seseorang yang berasal dari Tuhan sangatlah erat kaitannya dengan potensi diri seseorang. Perjalanan hidup saya mengajarkan, ketika Tuhan memberikan kita suatu tugas tentu ia akan memberikan kita kemampuan untuk melaksanakannya (dan juga mengirimkan orang lain untuk bermitra atau membantu kita). Dengan kata lain, ketika Tuhan memberikan kita suatu tujuan hidup, ia akan memberikan juga kita kemampuan untuk menggenapi tujuan hidup tersebut.
Kemampuan itu pada awalnya hanya berupa sebuah potensi saja. Ibarat sebuah pohon durian yang berbuah lebat, tentu berasal dari sebuah biji yang kecil. Alangkah bijaknya jika kita tidak melihat biji yang kecil itu kemudian patah semangat, namun juga mampu melihat hasil akhir yang bisa kita dapatkan jika biji itu terus berakar, bertumbuh untuk kemudian berbuah lebat.
Jika saat ini, Anda bertanya, mengapa saya (Paulus Winarto) berada di dunia ini, maka saya akan menjawab:
Saya, Paulus Winarto, dihadirkan oleh Sang Pengasih ke dunia ini untuk menjadi berkat (rahmat) bagi hidup sesama dalam hal personal development. Untuk itulah saya harus terus menulis buku dan artikel yang berhubungan dengan pengembangan diri dan masuk ke bisnis pelatihan yang ada hubungannya dengan tema pengembangan diri.
Terus-terang sangat tidak mudah untuk bisa menemukan dan merumuskan tujuan hidup seperti saya sebutkan di atas. Meski hingga saat ini saya masih berkecimpung dalam bisnis selular dan makanan (baso malang) namun hati saya kurang bisa menikmatinya. Hanya saja saya tidak akan menutup bisnis tersebut karena paling tidak bisa memberi makan para karyawan. Saya juga tidak perlu terjun langsung karena saya belajar untuk mendelegasikan dan memberdayakan karyawan. Selain itu, saya memiliki partner yang sangat bisa diandalkan.
Jika Anda berhasil menemukan tujuan hidup Anda, akan ada sukacita luar biasa. Hati Anda akan bernyanyi. Sayangnya, banyak orang di dunia ini yang sangat kebingungan mengenai tujuan hidupnya. Itulah sebabnya berbagai seminar motivasi –dengan penuh rasa hormat kepada para motivator- terkadang hanya memberikan semangat sesaat (temporer) karena orang belum berhasil menemukan esensi kehidupannya.
Mungkin Anda pernah melihat orang yang bingung menentukan lokasi liburan saat ia mendapatkan cuti panjang atau saat liburan sekolah anak. Nah, kebingungan itu tidak ada artinya dibandingkan dengan jika Anda belum berhasil menemukan tujuan hidup Anda di dunia ini. Orang yang belum menemukan tujuan hidupnya itu bisa jadi sudah memiliki posisi atau jabatan yang sangat tinggi dengan gaji yang sangat besar dan fasilitas yang sangat menawan, namun ia selalu merasa ada kehampaan dalam hidupnya. Inilah salah satu alasan orang sering berpindah-pindah kerja karena selalu merasa tidak cocok.
Mencari tujuan hidup itu ibarat mencari titik balik dalam hidup kita. Brian Tracy benar ketika mengatakan, “Setiap orang sukses pasti memiliki sebuah titik balik (turning point) dalam hidupnya. Pada titik balik inilah mereka membuat keputusan yang jelas, spesifik dan tegas bahwa mereka tidak akan hidup dengan cara yang sama lagi namun mereka akan melangkah untuk menggapai sukses. Sebagian orang membuat keputusan itu pada saat berusia 15 tahun, sebagian lagi membuatnya pada saat berusia 50 tahun namun kebanyakan orang sama sekali tidak pernah membuat keputusan itu.”
Saat seseorang menemukan titik balik ini, ia akan mengenal betul siapa dirinya. Ia tahu kelebihan sekaligus kekurangan dirinya. Alangkah baiknya jika pada saat itu ia juga mengambil komitmen untuk mengembangkan kelebihan dirinya demi memberi nilai tambah bagi hidup orang lain.[]
source: pembelajar
-----
lalu, buat apa fr ada di dunia ini???



1 komentar teman:
Setidaknya ada seseorang yang selalu mengharapkan kamu.
Post a Comment